• Filipina, Malaysia, dan Vietnam memimpin pertumbuhan layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara pada tahun 2022 – pertama kali dalam kurun waktu tiga tahun terakhir
  • Grab menyumbang 54% GMV layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara, diikuti Foodpanda, sebesar 19% dan Gojek, sebesar 12%
  • Konsolidasi dan exit mungkin akan terjadi terhadap beberapa platform layanan pesan-antar makanan akibat dari  pengendalian biaya dan tuntutan menuju profitabilitas

SINGAPURA, 17 Januari 2023 — Momentum Works merilis laporan tahunan “Food Delivery Platforms in Southeast Asia”,  yang ketiga menyajikan analisis mendalam mengenai enam pasar layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara.

Laporan ini menyebutkan bahwa total transaksi layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara tumbuh sebesar 5% mencapai US$16,3 miliar pada tahun 2022 yang didorong oleh pandemi COVID selama dua tahun. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, pertumbuhan didorong oleh pasar layanan pesan-antar makanan terkecil di Asia Tenggara seperti Filipina (+US$0,8 miliar), Malaysia (+US$0,6 miliar) dan Vietnam (+US$0,3 miliar). Sedangkan pasar yang lebih besar seperti Singapura (-US$0,4M), Thailand (-US$0,4M) dan Indonesia (-US$0,1M), mencatat penurunan GMV dikarenakan endemi Covid dan ekonomi yang kembali terbuka.

Seiring dengan meningkatnya tekanan untuk mentapai profitabilitas, baik pemain lama atau baru terus mengurangi subsidi mereka dan bersaing berdasarkan kualitas layanan. Pada akhir 2022, diperkirakan, Grab menyumbang 54% atau US$8,8 miliar dari GMV layanan pesan-antar makanan di kawasan ini, meningkat 16% dari tahun sebelumnya. Foodpanda diperkirakan berkontribusi 19% atau US$3,1 miliar dari GMV regional, turun 9% dari tahun 2021. Gojek dan Shopee diperkirakan akan mempertahankan GMV layanan pesan-antar makanan mereka pada tahan 2021 masing-masing sebesar US$2,0 miliar dan US$0,9 miliar.

“Lanskap persaingan layanan pesan-antar makanan menjadi jauh lebih redup pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021. Pendatang baru seperti Shopee dan AirAsia kembali fokus pada sektor inti bisnis mereka, sementara pemain lama mengadopsi strategi ekspansi yang lebih konservatif. Dengan pertumbuhan dan profitabilitas menjadi fokus terbesar saat ini, beberapa pemain juga bereksperimen dengan berbagai strategi untuk meningkatkan margin pengiriman dan memperkuat loyalitas konsumen melalui iklan, langganan (subscription), dan lainnya. Kami yakin profitabilitas dapat dicapai dengan volume, kepadatan transaksi, dan efisiensi operasional,” kata Jianggan Li, Chief Executive Officer dan Founder Momentum Works.

 

Highlight Industri

Laporan Momentum Works juga menyoroti tren utama industri regional pada tahun 2022:

  1. Pemain layanan pesan-antar makanan meninggalkan bisnis dan pasar yang tidak menguntungkan: Pemain utama beralih dari model bisnis yang tinggi biaya seperti “dark stores” untuk bahan makanan dan “dark kitchens” untuk layanan pesan-antar makanan. Tren ini diperkirakan akan berlanjut hingga 2023, dimana Shopee berencana untuk kembali fokus pada bisnis intinya di e-commerce, dan DeliveryHero dikabarkan akan mendivestasikan operasinya di beberapa negara Asia Tenggara.
  2. Pemain pesan-antar makanan mengambil langkah untuk mengkonsolidasikan digitalisasi F&B yang terfragmentasi: Lebih banyak pemain menjalin kemitraan strategis atau akuisisi dengan penyedia solusi manajemen restoran dan tempat penjualan pada tahun 2022. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat retensi penjual dan memungkinkan para pemain sector ini untuk menyediakan layanan yang lebih banyak dan terdiferensiasi kepada pedagang dengan menggunakan data penjualan online dan offline. Ini adalah strategi yang telah diuji oleh pemain Tiongkok seperti Meituan.
  3. Pemain pesan-antar makanan menggunakan program iklan dan langganan untuk meningkatkan pendapatan: Pemain pesan-antar makanan utama telah membuat produk iklan untuk memperkuat retensi penjual. Banyak juga yang bereksperimen dengan program langganan sebagai upaya untuk meningkatkan retensi konsumen dan mendorong pesanan yang lebih besar. Pemain yang memiliki jangkauan konsumen dan basis pedagang yang besar akan memiliki keunggulan dibandingkan yang lain.
  4. Strategi online dan offline yang lebih tersegmentasi ketika penjual menggunakan saluran promosi yang berbeda: layanan pesan-antar makanan terus menjadi bagian penting dari keseluruhan penjualan penjual, bahkan setelah layanan makan di tempat dibuka kembali. Akibatnya, pedagang membuat penawaran dan promosi yang lebih tersegmentasi baik untuk makan di tempat, maupun layanan pesan-antar makanan untuk mengurangi kanibalisasi dan memaksimalkan penjualan untuk kedua saluran tersebut. Demikian pula, pemain layanan pesan-antar makanan juga memperluas penetrasi ke pasar offline melalui fitur seperti kupon makan di tempat / dine-in, ulasan restoran, dan banyak lagi.

 

###

 

Tentang Momentum Works

Momentum Works adalah sebuah perusahaan venture outfit yang berpusat di Singapura. Momentum Works membangun, mengembangkan, dan mengelola tech ventures di berbagai negara berkembang, dengan fokus khusus di Asia Tenggara. Dengan menggabungkan pemahaman strategis / insight pasar, pengalaman, dan komunitas global, Momentum Works melakukan konsultasi strategi, pembiayaan usaha, dan bidang operasi lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut

Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi Crystal Yu ([email protected]).

Thanks for reading The Low Down (TLD), the blog by the team at Momentum Works. Got a different perspective or have a burning opinion to share? Let us know at [email protected]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here